Toraja Utara sebagai Miniatur Indonesia, Mahasiswa UIN Alauddin Perdalam Praktik Demokrasi
|
Toraja Utara - Mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Program Studi Ilmu Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) dan praktikum di Kantor Bawaslu Kabupaten Toraja Utara, (Senin, 19/1). Kegiatan ini mengangkat tema “Konsolidasi Demokrasi dalam Memperkuat Penyelenggaraan Pemilihan Umum di Luar Tahapan” sebagai upaya memperdalam pemahaman mahasiswa terhadap peran strategis pengawasan Pemilu secara berkelanjutan.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh dosen pembimbing, jajaran Sekretariat Bawaslu Kabupaten Toraja Utara, serta Anggota Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan. Dalam sambutannya dosen pembimbing mahasiswa UIN Alauddin, Ibu Resky, menyampaikan pandangannya terkait dinamika Pemilu dan Pilkada di Kabupaten Toraja Utara yang dinilai memiliki karakteristik unik.
Menurutnya, Toraja Utara memiliki kekhasan karena kuatnya peran lembaga adat yang hidup berdampingan dengan sistem demokrasi modern. “Dinamika soal Pemilu dan Pilkada di Kabupaten Toraja Utara menurut saya unik, karena di satu sisi lembaga adatnya sangat kental dan jumlahnya banyak. Di sisi lain, kita melihat bagaimana demokrasi lokal itu bertemu dengan demokrasi modern dalam Pemilu dan Pilkada,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Toraja Utara, Brikken Linde Bonting, dalam sambutannya menyampaikan harapan besar kepada mahasiswa agar mampu memberikan kritik dan autokritik terhadap penyelenggaraan Pemilu. Ia menekankan pentingnya perspektif mahasiswa dalam melihat isu-isu strategis seperti siklus Pemilu, moderasi beragama, dan kehidupan sosial masyarakat Toraja.
“Toraja sering dipersepsikan hanya sebagai daerah Nasrani, padahal faktanya tidak demikian. Di Toraja, kita bisa melihat masjid dan gereja berdampingan, hidup rukun dan damai. Kalau mau bicara miniatur Indonesia, Toraja adalah salah satunya karena keberagaman suku dan agama yang hidup berdampingan tanpa ada yang harus tampil dominan. Moderasi beragama di Toraja ini sudah final,” jelasnya.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Anggota Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan, Andarias Duma, yang menegaskan peran strategis mahasiswa dalam menjaga demokrasi. Ia menyampaikan bahwa mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pemilih, tetapi juga sebagai penjaga demokrasi bersama kampus dan masyarakat.
“Di sinilah akan terlihat bagaimana teman-teman mahasiswa memberikan kritik dan autokritik kepada penyelenggara Pemilu dan juga pemerintah. Itu yang sangat kami butuhkan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Andarias Duma menjelaskan bahwa meskipun saat ini berada pada masa non-tahapan, Bawaslu tetap aktif melakukan pengawasan. Bawaslu terus bekerja bersama KPU, khususnya dalam pengawasan pemutakhiran data pemilih serta kegiatan pengawasan lainnya. Selain itu, Bawaslu juga aktif melakukan sosialisasi dan pendidikan politik ke sekolah-sekolah dan kampus guna memberikan pemahaman kepada siswa dan mahasiswa terkait Pemilu dan Pilkada.
Melalui kegiatan KKL dan praktikum ini, diharapkan mahasiswa UIN Alauddin Makassar mampu memperoleh pengalaman empiris, memperkaya perspektif akademik, serta berkontribusi dalam penguatan demokrasi dan pengawasan partisipatif di Indonesia.
Penulis dan Foto: Humas Bawaslu Kabupaten Toraja Utara
Editor: Humas Bawaslu Kabupaten Toraja Utara
Tag