Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Toraja Utara Terima Audiensi GMKI, Dorong Peran Mahasiswa dalam Pengawasan Demokrasi

foto

Toraja Utara - Bawaslu Kabupaten Toraja Utara menerima audiensi Pengurus Cabang Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Toraja di Aula Kantor Bawaslu Toraja Utara, (Selasa, 27/1). Pertemuan ini menjadi ruang dialog terbuka yang tidak hanya berorientasi pada silaturahmi kelembagaan, tetapi juga menegaskan urgensi keterlibatan elemen mahasiswa dalam menjawab tantangan demokrasi ke depan.

Ketua Bawaslu Kabupaten Toraja Utara, Brikken L. Bonting, menekankan bahwa demokrasi yang berintegritas tidak dapat dijaga secara eksklusif oleh penyelenggara Pemilu. Ia menggarisbawahi masih kuatnya tantangan partisipasi publik, khususnya di kalangan pemilih muda, serta potensi normalisasi pelanggaran yang dapat menggerus kepercayaan masyarakat terhadap proses Pemilu dan Pilkada.
Dalam konteks tersebut, GMKI dipandang sebagai mitra strategis yang diharapkan mampu menghadirkan kontrol sosial yang kritis dan berimbang.

“Mahasiswa tidak cukup hanya menjadi penonton demokrasi. Mereka harus hadir sebagai agen perubahan yang berani bersikap kritis, objektif, dan konsisten menjunjung nilai keadilan serta kejujuran,” tegas Brikken. Ia menilai, sikap kritis mahasiswa justru menjadi elemen penting untuk menjaga Bawaslu tetap akuntabel dan responsif terhadap dinamika masyarakat.

Sementara itu, Ketua Cabang GMKI Toraja, Alan Prasetya, menyampaikan bahwa audiensi ini harus dimaknai sebagai langkah awal membangun kolaborasi yang nyata dan berkelanjutan, bukan sekadar simbolik. GMKI, menurutnya, siap berkontribusi melalui edukasi politik yang mencerahkan, pengawasan partisipatif, serta penguatan kesadaran demokrasi di tingkat akar rumput, terutama menjelang tahapan Pemilu dan Pilkada yang akan datang.

Alan juga menekankan bahwa demokrasi tidak boleh direduksi hanya pada prosedur elektoral, melainkan harus diiringi dengan kesadaran etis dan tanggung jawab warga negara. “Jika ruang partisipasi tidak diisi oleh warga yang kritis, maka demokrasi berpotensi kehilangan substansinya,” ujarnya.

Audiensi ini merefleksikan kebutuhan akan sinergi yang lebih kuat antara lembaga pengawas Pemilu dan organisasi masyarakat sipil, khususnya kalangan mahasiswa. Dengan membangun komunikasi yang terbuka dan kritis, Bawaslu Toraja Utara dan GMKI Toraja diharapkan mampu memperkuat pengawasan partisipatif sekaligus menjaga kualitas demokrasi yang berintegritas dan berkeadilan di Toraja Utara.

foto

Penulis dan Foto: Humas Bawaslu Kabupaten Toraja Utara

Editor: Humas Bawaslu Kabupaten Toraja Utara