Ketua Bawaslu dan Ketua DKPP Periode 2017-2022 Titip Pesan Ke Panwaslu Kecamatan Se-Kabupaten Toraja Utara
|
Rantepao, Badan Pengawas Pemilihan Umum – Penguatan dan pemahaman teknis pengawasan terus diberikann Bawaslu Toraja Utara kepada para jajaran Panwaslu Kecamatan guna memantapkan pelaksanaan tugas pengawasan tahapan pemilu serentak tahun 2024 kedepan. Seperti halnya kegiatan yang digelar pada Kamis hingga Jumat (08-09/12) kemarin yang diberi judul Fasilitasi Penanganan Pelanggaran Penyelenggaraan Tahapan Pemilu.
\n
\nAbhan yang sebelumnya menjabat sebagai ketua Bawaslu RI periode 2017-2022 hadir via daring sebagai narasumber pada kegiatan ini. Beliau mengingatkan para peserta kegiatan agar betul-betul memahami tugas, wewenang serta tanggung jawabnya sebagai penyelenggara pemilu.
\n“Pengawas pemilu harus lebih tahu dari yang diawasi, dalam hal ini KPU dan peserta pemilu” kata Abhan.
\n
\nMenurutnya, jika para pengawas benar-benar memahami seluruh aturan pemilu dan menjalakan tugasnya dengan benar maka bisa dijamin pemilu serentak tahun 2024 akan berjalan lancar dan damai. Untuk itulah para pengawas diharapkan memiliki kapasitas yang lebih dari pada para peserta dan penyelenggara teknis.
\n
\n“Dalam Pemilu ini bisa timbul banyak masalah. Untuk itulah diharapkan para pengawas jangan menjadi sumber masalah demi menumbuhkan kepercayaan publik kepada Bawaslu dan jajarannya” lanjut Abhan.
\n
\nSelain Abhan, Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP) periode 2017-2022, Muhammad Alhamid juga hadir sebagai narasumber pada kegiatan ini. Beliau memberikan apresiasi kepada para pengawas yang telah terpilih melalui tahapan seleksi sembari mengingatkan untuk benar-benar menjaga amanah yang telah diberikan oleh negara untuk mengawal proses demokrasi ke depan.
\n
\n“Pengawas pemilu ini harus mengawal demokrasi dengan mengedepankan asas pemilu bebas dan adil atau istilahnya free and fair election demi meraih kepercayaan publik” kata Muhammad.
\n
\nJangan sampai SK-nya sebagai pengawas kecamatan tapi dia bekerja untuk mesin partai tertentu. Hal yang seperti inilah yang merusak kepercayaan publik sehingga menganggap bahwa penyelenggara adhoc inilah yang merupakan sumber masalah dalam pemilu.
\n
\nTerakhir, pria kelahiran Makassar yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Bawaslu RI periode 2012 hingga 2017 ini mengingatkan kepada para Panwaslu Kecamatan bahwa mereka inilah yang menjadi garda terdepan yang menjaga integritas proses dan hasil pemilu.
\n
\n“Saudara-saudara, inilah yang menjadi pintu irigasi proses pemilu. Jika saudara jebol maka akan terjadi banjir namun jika saudara dapat menahan apapun tekanan yang ada di depan saudara maka selamatlah seluruh negeri”, ungkap Muhammad.
\n
\nKegiatan fasilitasi yang dihadiri oleh Ketua dan Anggota Panwaslu Kecamatan se-Kabupaten Toraja Utara ini merupakan rangkaian kegiatan penguatan dan bimbingan teknis tugas panwaslu kecamatan wilayah tugas masing-masing.
\n
\n
"