Jelang Pilketos Serentak, Bawaslu Toraja Utara Bekali Siswa SMA Lentera Harapan dengan Pendidikan Demokrasi
|
Toraja Utara - Menjelang pelaksanaan Pemilihan Ketua OSIS (Pilketos) serentak, Bawaslu Toraja Utara memberikan sosialisasi pendidikan demokrasi kepada siswa SMA Lentera Harapan, Rabu, (16/9).
Kegiatan tersebut dibawakan oleh Anggota Bawaslu Toraja Utara, Bonnie Freedom, yang mengajak para siswa melihat Pilketos bukan sekadar kegiatan memilih pemimpin organisasi siswa, tetapi sebagai ruang pembelajaran demokrasi sejak dini.
Dalam penyampaiannya, Bonnie menekankan bahwa pendidikan demokrasi memiliki peran penting di lingkungan sekolah. Menurutnya, sekolah tidak hanya menjadi tempat untuk mempelajari berbagai bidang akademik, tetapi juga menjadi ruang bagi siswa untuk belajar berdemokrasi dan hidup berdampingan dengan orang lain di tengah berbagai perbedaan.
Ia menjelaskan, demokrasi tidak berhenti pada proses pemungutan suara. Demokrasi juga berkaitan dengan kemampuan menerima perbedaan, baik perbedaan agama, suku, ras maupun latar belakang lainnya.
“Bagaimana rasanya hidup berdemokrasi, bagaimana bisa hidup dengan orang lain, bagaimana bisa hidup menerima perbedaan dengan orang lain,” menjadi salah satu penekanan Bonnie dalam kegiatan tersebut.
Pilketos Menggunakan Sistem E-Voting
Selain membahas nilai-nilai demokrasi, sosialisasi juga menyinggung mekanisme Pilketos yang akan dilaksanakan menggunakan sistem electronic voting (e-voting). Melalui mekanisme tersebut, siswa akan menggunakan perangkat elektronik dalam memberikan suara kepada calon ketua OSIS. Bonnie menjelaskan bahwa penggunaan teknologi dalam pemilihan merupakan salah satu bentuk praktik demokrasi yang berbeda dari mekanisme pemilu konvensional.
Dalam pelaksanaannya, terdapat sejumlah aspek teknis yang perlu diperhatikan, termasuk kesiapan jaringan, server, perangkat serta sumber daya pendukung lainnya. Karena itu, Bawaslu memberikan pemahaman kepada siswa mengenai proses pemilihan sekaligus aspek pengawasan yang perlu diperhatikan.
Bonnie menegaskan bahwa kehadiran Bawaslu dalam kegiatan tersebut bersifat memberikan sosialisasi dan pendampingan. Pilihan siswa tetap menjadi hak masing-masing peserta sesuai dengan ketentuan dan petunjuk teknis yang berlaku.
“Pendampingan... bukan merupakan sebuah ketentuan atau kewajiban yang harus adik-adik ikuti. Karena ada yang mengatur, ada petunjuk teknis,” jelasnya.
Melalui sosialisasi ini, Bawaslu Toraja Utara mendorong agar Pilketos serentak di SMA Lentera Harapan dapat menjadi pengalaman demokrasi yang positif bagi para siswa.
Selain menghasilkan pemimpin organisasi siswa, proses tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran mengenai pentingnya berpartisipasi, menghargai perbedaan, bertanggung jawab atas pilihan, serta menjaga integritas dalam setiap proses demokrasi sejak bangku sekolah.
Penulis dan Foto: Humas Bawaslu Toraja Utara
Editor: Humas Bawaslu Toraja Utara