Dari Sekolah untuk Demokrasi, Bawaslu Toraja Utara Perkuat Integritas Jelang Pilketos di SMA Pelita Rantepao
|
Toraja Utara - Jelang Pemilihan Ketua Osis Serentak, Bawaslu Toraja Utara lakukan pendampingan dan sosialisasi edukasi di SMA Pelita Rantepao sebagai bagian dari upaya Bawaslu mendorong pelaksanaan Pilketos menjadi ruang pembelajaran demokrasi bagi siswa, Selasa (22/9).
Dalam kegiatan tersebut, jajaran Bawaslu Toraja Utara memberikan penguatan kepada pihak sekolah dan siswa terkait pelaksanaan Pilketos, mulai dari pemahaman mengenai proses dan tahapan pemilihan, penggunaan hak pilih, hingga pentingnya menjaga proses pemilihan agar berlangsung.
Materi pendampingan mencakup pemahaman mengenai proses dan tahapan Pilketos, penggunaan hak pilih, pengenalan calon, serta pentingnya menjaga kebebasan siswa dalam menentukan pilihan. Bawaslu juga mengingatkan agar proses pemilihan tidak diwarnai praktik yang dapat memengaruhi pilihan siswa, seperti pemberian uang, barang, hadiah, iming-iming, maupun tekanan kepada pemilih.
Ketua Bawaslu Kabupaten Toraja Utara, Brikken Linde Bonting, yang menjadi pemateri dalam kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa Pilketos dapat menjadi pengalaman langsung bagi siswa dalam memahami bagaimana proses demokrasi berlangsung.
Menurutnya, siswa tidak hanya perlu memahami cara memberikan suara, tetapi juga perlu memiliki pertimbangan yang matang sebelum menentukan pilihan. Siswa didorong untuk mengenali calon, memahami visi dan misi, serta melihat program yang ditawarkan sebelum menggunakan hak pilihnya.
“Jadilah pemilih yang bijak dan gunakan hak pilih dengan baik. Kenali calon, pahami visi dan misinya, serta lihat program yang ditawarkan sebelum menentukan pilihan. Jangan menentukan pilihan karena pemberian atau tekanan dari pihak tertentu,” pesan Brikken.
Ia menambahkan, menjadi pemilih yang cerdas bukan sekadar datang ke tempat pemungutan suara dan memberikan suara. Lebih dari itu, pemilih perlu menggunakan haknya secara sadar, bebas, dan bertanggung jawab serta mampu menghargai perbedaan pilihan di antara sesama siswa.
Selain memberikan edukasi kepada pemilih, Bawaslu Toraja Utara juga memberikan penguatan kepada para calon Ketua OSIS. Para calon diingatkan untuk mengikuti seluruh tahapan Pilketos dengan menjunjung tinggi sportivitas, kejujuran, tanggung jawab, dan menghormati pilihan setiap siswa.
Brikken menekankan bahwa pencalonan sebagai Ketua OSIS merupakan bagian dari proses belajar menjadi seorang pemimpin. Karena itu, para calon tidak hanya dituntut untuk memperoleh dukungan, tetapi juga perlu menunjukkan sikap dan perilaku yang mencerminkan kepemimpinan yang baik selama proses pemilihan berlangsung.
“Menjadi Ketua OSIS bukan hanya tentang mendapatkan jabatan, tetapi bagaimana menggunakan kepercayaan tersebut untuk menjadi pemimpin yang bertanggung jawab, mampu menjadi teladan, mendengarkan aspirasi siswa, dan mengutamakan kepentingan bersama,” ujarnya.
Dalam pendampingan tersebut, Bawaslu juga mendorong pihak sekolah dan seluruh peserta Pilketos untuk bersama-sama menjaga agar proses pemilihan berlangsung secara tertib, jujur, sportif, dan memberikan ruang yang sama bagi setiap siswa untuk menggunakan hak pilihnya.
Pendampingan Bawaslu dilakukan bukan untuk mengambil alih kewenangan sekolah dalam pelaksanaan Pilketos, melainkan sebagai bentuk edukasi, penguatan, koordinasi, pencegahan, dan pemantauan agar proses pemilihan dapat menjadi sarana pembelajaran demokrasi yang positif bagi siswa.
Penulis dan Foto: Humas Bawaslu Toraja Utara
Editor: Humas Bawaslu Toraja Utara