Lompat ke isi utama

Berita

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Jadi Momentum Bawaslu Toraja Utara Edukasi Pelajar tentang Demokrasi dan Kepemiluan

foto

Toraja Utara - Bawaslu Toraja Utara memanfaatkan momentum Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk menanamkan nilai-nilai demokrasi kepada peserta didik baru di SMA Kristen Rantepao, Selasa (14/7). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Bawaslu membangun kesadaran politik yang sehat sejak dini di kalangan generasi muda.

Sosialisasi tersebut dihadiri oleh Ketua Bawaslu Toraja Utara, Brikken Linde Bonting, Anggota Bawaslu Toraja Utara, Bonnie Freedom, serta jajaran Staf Sekretariat Bawaslu Toraja Utara.

Dalam pemaparannya, Bawaslu menjelaskan bahwa Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bukan hanya menjadi momen bagi peserta didik baru untuk mengenal lingkungan sekolah, tetapi juga kesempatan strategis dalam membentuk karakter, wawasan kebangsaan, serta kesadaran sebagai warga negara.

Pendidikan politik yang diberikan kepada para pelajar bukan untuk mengarahkan pilihan politik, melainkan membangun literasi kepemiluan agar generasi muda memahami hak, kewajiban, serta tanggung jawabnya sebagai warga negara yang akan menjadi pemilih pada masa mendatang.

Ketua Bawaslu Toraja Utara, Brikken Linde Bonting, menegaskan bahwa pendidikan demokrasi perlu dimulai sejak usia sekolah agar lahir generasi yang memiliki integritas dan kepedulian terhadap kehidupan demokrasi.

"Pemilu memang masih beberapa tahun lagi, tetapi membangun karakter demokratis tidak bisa dilakukan secara instan. Kami ingin adik-adik memahami sejak sekarang bahwa demokrasi bukan hanya soal memilih, melainkan juga tentang kejujuran, tanggung jawab, menghargai perbedaan, serta keberanian menjaga proses yang adil dan berintegritas," ujar Brikken.

Ia juga mengajak para peserta didik untuk menjadi generasi yang cerdas dalam menerima informasi, tidak mudah terpengaruh hoaks, serta berani menyampaikan kebenaran apabila menemukan pelanggaran terhadap nilai-nilai demokrasi.

"Generasi muda adalah penentu kualitas demokrasi di masa depan. Karena itu, Bawaslu hadir untuk memberikan bekal pengetahuan agar ketika menjadi pemilih nantinya, mereka mampu menentukan pilihan secara rasional, bertanggung jawab, dan berintegritas," tambahnya.

Selaras dengan hal tersebut, Anggota Bawaslu Toraja Utara, Bonnie Freedom, menjelaskan bahwa Bawaslu memiliki tugas melakukan pencegahan, pengawasan, serta penindakan terhadap dugaan pelanggaran dalam setiap tahapan Pemilu maupun Pemilihan.

"Bawaslu tidak hanya bekerja ketika hari pemungutan suara. Tugas kami dimulai sejak tahapan awal hingga seluruh proses selesai. Karena itu, partisipasi masyarakat, termasuk pelajar sebagai calon pemilih pemula, sangat penting untuk mewujudkan Pemilu yang jujur dan adil," jelas Bonnie.

Menurutnya, pendidikan politik di sekolah merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan masyarakat yang sadar akan hak dan kewajibannya dalam kehidupan berdemokrasi.

Usai kegiatan, Bawaslu Toraja Utara berharap para peserta didik yang sedang mengikuti MPLS tidak hanya memahami tugas dan fungsi Bawaslu, tetapi juga mampu menanamkan nilai-nilai integritas, sportivitas, kejujuran, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi bekal ketika mereka menjadi pemilih pemula maupun saat terlibat dalam berbagai proses demokrasi di lingkungan sekolah.

Dalam waktu dekat, seluruh SMA/SMK di Kabupaten Toraja Utara akan melaksanakan Pemilihan Ketua OSIS secara serentak. Momentum ini diharapkan menjadi laboratorium demokrasi bagi para pelajar untuk mempraktikkan nilai-nilai pemilihan yang jujur, adil, dan transparan. Bawaslu Toraja Utara pun mendorong agar pelaksanaan Pemilihan Ketua OSIS dapat menjadi sarana pembelajaran demokrasi yang berkualitas sekaligus melahirkan pemimpin-pemimpin muda yang berintegritas.

 

Penulis dan Foto: Humas Bawaslu Toraja Utara

Editor: Humas Bawaslu Toraja Utara