Dari Toraja Utara untuk Demokrasi, Bawaslu Toraja Utara Gelar Pendidikan Pengawas Partisipatif Tahun 2026
|
Toraja Utara - Bawaslu Toraja Utara melaksanakan kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 yang berlangsung di Sekretariat Bawaslu Toraja Utara, Selasa (20/5). Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua dan Anggota Bawaslu Toraja Utara beserta jajaran sekretariat dan Anggota Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan.
Pelaksanaan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) ini menjadi wadah edukasi bagi masyarakat untuk memahami pentingnya keterlibatan bersama dalam melakukan pengawasan terhadap setiap tahapan Pemilu dan Pemilihan.
Kegiatan ini menghadirkan berbagai elemen masyarakat sebagai peserta untuk mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya pengawasan partisipatif dalam setiap proses demokrasi, khususnya di Toraja Utara.
Dalam sambutannya, Ketua Bawaslu Kabupaten Toraja Utara, Brikken Linde Bonting menyampaikan harapannya agar melalui kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif, masyarakat dapat menjadi mata dan telinga dalam membantu menyelamatkan demokrasi.
“Kami berharap melalui kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif ini kita bisa menjadi mata dan telinga untuk membantu menyelamatkan demokrasi kita hari ini,” ujarnya.
Ia juga menyinggung sejumlah pelanggaran yang terjadi pada Pilkada 2024 lalu dan telah diproses oleh Bawaslu hingga memiliki putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap (inkrah).
“Pada Pilkada 2024 kemarin kita memiliki tiga putusan pengadilan yang inkrah, yaitu kepala lembang yang mengangkat jari untuk salah satu pasangan calon, tokoh masyarakat yang membuat ujaran kebencian dan diangkat ke media sosial, serta Pegawai Negeri Sipil yang bertugas di Papua datang ke Toraja dan terlibat aktif dalam kampanye salah satu pasangan calon. Semua telah kita proses,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia berharap kegiatan P2P tatap muka tersebut mampu menciptakan kolaborasi dan semangat bersama dalam menjaga demokrasi di Toraja Utara.
“Kami berharap melalui kegiatan P2P tatap muka pada hari ini betul-betul mampu menciptakan kolaborasi, mampu menciptakan semangat pada frekuensi yang sama bahwa kita mau menyelamatkan demokrasi khususnya di Toraja ini. Kehadiran bapak dan ibu memberikan spirit buat kami. Setelah selesai dari sini, ayo kita aktifkan diri untuk menciptakan suasana agar Pendidikan Pengawas Partisipatif ini betul-betul sampai dan mampu kita distribusikan kepada masyarakat nanti,” tambahnya.
Sementara itu, sambutan sekaligus pembukaan kegiatan dilakukan oleh Anggota Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan, Andarias Duma' dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan, Bawaslu memiliki keterbatasan sehingga dibutuhkan keterlibatan masyarakat sebagai pengawas partisipatif.
“Pengawasan partisipatif adalah bentuk nyata cinta terhadap demokrasi dan masa depan bangsa kita. Demokrasi yang kuat lahir dari rakyat yang peduli, berani, dan aktif mengawasi. Pemilu yang jujur tidak lahir dari pengawas yang kuat semata, tetapi dari rakyat yang sadar bahwa menjaga demokrasi adalah tanggung jawab kita bersama,” ungkapnya.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Pimpinan Bawaslu Toraja Utara, yakni Brikken Linde Bonting, Bonnie Freedom, dan Arifin S.. Para narasumber memberikan materi terkait pengawasan partisipatif, penguatan demokrasi, serta peran masyarakat dalam mengawal proses Pemilu dan Pemilihan.
Selain pemaparan materi, peserta juga mengikuti pre-test sebagai bagian dari evaluasi pemahaman terhadap materi yang diberikan oleh narasumber. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif bersama para narasumber, dimana peserta aktif menyampaikan pertanyaan dan pandangan terkait pengawasan partisipatif dan tantangan demokrasi saat ini. Diakhir sesi diskusi, peserta diberikan post-test yang bertujuan untuk mengukur tingkat pemahaman, penguasaan materi, serta efektivitas proses pelatihan peserta pendidikan pengawas partisipatif yang dilanjutkan dengan penyusunan rencana tindak lanjut.
Melalui kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif Tahun 2026 ini, diharapkan lahir masyarakat yang semakin sadar akan pentingnya keterlibatan aktif dalam mengawasi jalannya demokrasi, sekaligus menjadi mitra strategis Bawaslu dalam mencegah dan menindak pelanggaran Pemilu maupun Pemilihan di Kabupaten Toraja Utara.
Penulis dan Foto: Bawaslu Toraja Utara
Editor: Bawaslu Toraja Utara