Bawaslu Toraja Utara Jalin Kerja Sama dengan Pengurus Pusat PPGT dalam Pengawasan Partisipatif
|
Toraja Utara - Bawaslu Toraja Utara melaksanakan penandatanganan kerja sama dengan Pengurus Pusat Persekutuan Pemuda Gereja Toraja (PP PPGT) dalam rangka memperkuat pengawasan partisipatif. Kegiatan ini berlangsung di Kantor Bawaslu Toraja Utara pada (Kamis, 16/4).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua dan Anggota Bawaslu Toraja Utara beserta jajaran sekretariat, serta Ketua Umum, Sekretaris Umum, dan Sekretaris Bidang Politik dan Kebangsaan Pengurus Pusat PPGT.
Ketua Bawaslu Toraja Utara, Brikken Linde Bonting, dalam sambutannya menegaskan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pengawasan Pemilu. Ia menyampaikan bahwa pengawasan partisipatif merupakan upaya strategis untuk mendorong keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.
“Dalam pelaksanaannya, pengawasan partisipatif tentu mengajak komponen-komponen masyarakat untuk terlibat aktif dalam mensukseskan Pemilu dan Pemilihan serta berbagi informasi dalam upaya meningkatkan demokrasi yang lebih baik, berintegritas, dan bermartabat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Brikken menyoroti tingginya peran generasi muda dalam partisipasi demokrasi. Berdasarkan pengalaman Pemilu sebelumnya, partisipasi pemilih dari kalangan anak muda, milenial, dan generasi Z cukup signifikan.
“Harapan kita melalui proses kerja sama hari ini, kami membutuhkan partisipasi dari rekan-rekan pemuda, khususnya pemuda Gereja Toraja, untuk membangun konsolidasi aktif. Terutama dalam memberikan pendidikan politik dan pengetahuan tentang pengawasan kepemiluan. Kedepan, generasi muda adalah keniscayaan sebagai pemilik dan pewaris cita-cita masa depan bangsa,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat PPGT, Malvin, dalam sambutannya menyoroti tantangan demokrasi di Sulawesi Selatan, khususnya di Toraja Utara yang dinilai masih memiliki tingkat praktik politik uang yang cukup tinggi.
“Ini menjadi pekerjaan rumah bagi kita bersama, bagaimana kita hadir di tengah masyarakat untuk memberikan edukasi terkait bahaya politik uang dan pentingnya menjaga integritas demokrasi,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan komitmen PPGT untuk mendukung upaya Bawaslu dalam meningkatkan literasi politik di kalangan masyarakat. Pasca penandatanganan kerja sama, pihaknya akan mendorong jejaring organisasi hingga ke tingkat klasis dan jemaat untuk berkolaborasi dengan Bawaslu.
“Setelah MoU ini, kami akan bersurat ke klasis dan jemaat. Jika ada yang membutuhkan sosialisasi pendidikan politik dan pengawasan Pemilu, dapat langsung bersurat ke Bawaslu untuk mendapatkan edukasi tersebut,” tutupnya.
Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperluas partisipasi masyarakat, khususnya generasi muda, dalam mengawal proses demokrasi yang jujur, adil, dan bermartabat di Toraja Utara.
Penulis dan Foto: Humas Bawaslu Toraja Utara
Editor: Humas Bawaslu Toraja Utara