Bawaslu Toraja Utara Gelar Ngebuburit Pengawasan, Perkuat Literasi di Masa Non Tahapan
|
Toraja Utara - Bawaslu Toraja Utara menggelar kegiatan Ngebuburit Pengawasan dengan mengangkat tema “Meningkatkan Literasi Pengawasan di Masa Non Tahapan” yang diikuti jajaran sekretariat Bawaslu Toraja Utara dan Mahasiswa Magang Mandiri dari Universitas Bosowa Makassar, bertempat di Kantor Bawaslu Toraja Utara (25/2).
Kegiatan ini menjadi ruang refleksi dan edukasi publik dalam menguatkan pemahaman tentang pentingnya pengawasan partisipatif, khususnya pada masa non tahapan Pemilu dan Pemilihan. Meski tidak berada dalam tahapan elektoral, fungsi pengawasan tetap relevan sebagai bagian dari konsolidasi demokrasi dan upaya pencegahan pelanggaran sejak dini.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua Bawaslu Toraja Utara, Brikken Linde Bonting, yang dalam sambutannya menegaskan bahwa literasi pengawasan harus terus ditingkatkan sebagai fondasi demokrasi yang sehat dan berintegritas.
“Masa non tahapan bukan berarti pengawasan berhenti, justru di fase inilah kita memperkuat literasi, membangun kesadaran kolektif, serta menanamkan nilai-nilai pengawasan partisipatif kepada masyarakat,” ujarnya.
Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat (HP2H), Bonnie Freedom, dalam materinya menegaskan bahwa pengawasan yang kuat harus dimulai dari strategi pencegahan yang terukur dan berkelanjutan. Menurutnya, masa non tahapan adalah momentum strategis untuk memperkuat edukasi publik serta membangun sistem deteksi dini terhadap potensi pelanggaran.
“Kita harus mengedepankan langkah preventif melalui literasi yang masif dan penguatan publikasi yang informatif serta transparan. Ketika masyarakat mendapatkan akses informasi yang jelas dan edukatif, maka kepercayaan publik meningkat dan partisipasi pengawasan akan tumbuh secara alami,” tegasnya.
Sementara itu, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa (P3S), Arifin S., dalam sesi Kultum menyampaikan bahwa pengawasan tidak hanya dimaknai sebagai tugas kelembagaan, tetapi juga sebagai panggilan moral dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Nilai integritas harus menjadi fondasi dalam setiap peran yang kita emban, termasuk dalam mengawal demokrasi. Momentum Ramadan mengajarkan kita tentang kejujuran, tanggung jawab, dan pengendalian diri nilai-nilai yang sejalan dengan semangat pengawasan,” tuturnya.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Anggota KPU Toraja Utara, yakni Semuel Rianto Tappi dan Harsal Lahiya yang memberikan apresiasi atas inisiatif penguatan literasi pengawasan di masa non tahapan sebagai wujud sinergitas antar penyelenggara Pemilu.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Toraja Utara berharap semangat pengawasan tidak hanya hadir saat tahapan Pemilu berlangsung, tetapi menjadi budaya demokrasi yang tumbuh dan hidup di tengah masyarakat.
Penulis dan Foto: Humas Bawaslu Toraja Utara
Editor: Humas Bawaslu Toraja Utara